buton-raya

Petani di Busel Dikenalkan Budidaya Padi Sawah

Senin, 28 Februari 2022 | 15:48 WIB
Kadis Pertanian Kabupaten Busel, LM. Idris bersama penyuluh pertanian Busel dan masyarakat melakukan tanam perdana padi sawah di Kecamatan Sampolawa Kabupaten Busel akhir pekan lalu. Foto : LM. Suharlin/Rakyat Sultra.   BATAUGA- Kabupaten Buton Selatan memiliki potensi pertanian yang cukup menjanjikan. Namun hingga kini, petani di Bumi Gajah Mada itu belum mengetahui persis cara budidaya padi sawah. Pasalnya, minimnya pengetahuan dan lahan garapan, membuat para petani Busel hanya mempu bercocok tanam padi ladang dan ubi-ubian semata. Melihat potensi yang ada, Dinas Pertanian Kabupaten Busel kemudian berinovasi dan bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sultra untuk memperkenalkan budidaya padi sawah. Dengan luas lahan yang mencapai 1 hektare sebagai proyek percontohan, Pemkab Busel yakin bisa mengubah pola pikir petani Busel untuk beralih dengan bercocok tanam padi sawah. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buton Selatan, LM Idris menuturkan, saat ini pihaknya tengah berjibaku dalam mengembangkan pertanian Busel yang memiliki potensi begitu besar. Itu karena, kondisi geografis dan luas lahan yang cukup menjanjikan sangat menguntungkan Kabupaten Busel untuk menjadi daerah yang tumbuh dan berkembang di sektor pertanian. "Kami diamanatkan oleh Bupati Buton Selatan, Laode Arusani untuk mengembangkan pertanian Busel. Dan kali ini, kita mengembangkan budidaya padi sawah yang sebelumnya para petani kita belum memahami dan tertarik bertani padi sawah itu," tuturnya. Kata dia, budidaya padi sawah yang dengan luasan 1 hektare sebagai percontohan dan difokuskan di Kecamatan Sampolawa tersebut tak lepas dari pendampingan oleh pihaknya. Dimana hal ini akan menjadi sumber informasi bagi para petani Buton Selatan untuk diberi pemahaman dan pengenalan terkait tata cara bercocok tanam padi sawah di Bumi Beradat. "Akhir pekan lalu kita bersama-sama penyuluh pertanian dan masyarakat melakukan tanam perdana padi sawah diwilayah Sampolawa dengan luasan 1 hektar. Dimana, jenis benih padi yang ditanam itu adalah Inpari 30 dan Inpari 33," tambahnya. Dia menambahkan, dalam proses pengairan sawah pihaknya lebih menekankan pada pemanfaatan saluran air sungai di wilayah sekitar. Dimana, sungai tersebut memiliki debit air yang terbilang cukup untuk melakukan pengairan sawah. "Kalau pengairan tentu kita masih bergantung pada mata air disalah satu sungai disekitar lokasi tanam padi ini. Dan tentunya, dengan membendung air sungai yang kemudian disedot dengan menggunakan mesin pompa air dipastikan dapat mengairi sawah percontohan ini," jelasnya. Pihaknya berharap, budidaya tanam padi sawah oleh para Petani Busel diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan pangan di Kabupaten Beradat itu. Apalagi hingga saat ini konsusmsi beras masyarakat Busel masih bergantung pada suplai daerah tetangga bahkan wilayah pulau Jawa. (m2/b/aji)

Tags

Terkini

Pemkab Buton Tengah Kembali Raih Opini WTP

Selasa, 26 Mei 2026 | 22:57 WIB