buton-raya

Resmikan Program Kota Santri, Pemkab Buton Tengah Targetkan Anak-anak Bebas Buta Aksara Al-Qur'an

Selasa, 28 Oktober 2025 | 10:43 WIB
Bupati Buteng, Dr H Azhari, S.STP., M.Si saat meresmikan peluncuran Program Kota Santri, Selasa (28/10).

Buton Tengah, Rakyatsultra.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Tengah (Buteng) resmi meluncurkan program kota santri sebagai langkah strategis dalam penguatan fondasi keagamaan bagi generasi muda.

Peluncuran kota santri yang dipusatkan di Masjid Ba'abusalam, diresmikan langsung Bupati Buteng, Dr H Azhari, S.STP., M.Si, Selasa (28/10). Hadir membersamai, Wakil Bupati, Muhammad Adam Basan serta Sejumlah OPD, Camat, Lurah dan Kepala Desa setempat.

Dalam prosesnya, program kota santri dirancang sebagai investasi jangka panjang untuk memastikan generasi penerus memiliki akhlak mulia dan pondasi agama yang kokoh, serta memberantas buta aksara Al-Qur'an sejak dini.

Salah satu fokus utama program ini adalah pendirian Sekolah Madrasah Diniyah Takmiliyah (SDMT). Sebagai langkah awal, program ini akan menyasar 1.103 siswa dan prioritas utama kelas 1-3 tingkat SD dan madrasah.

Dalam sambutannya Bupati Azhari menyatakan bahwa program SMDT ini merupakan realisasi dari Visi dan Misi dirinya bersama Wakil Bupati, Muhammad Adam Basan dalam menjadikan kabupaten Buteng sebagai Kota Santri dan Kota Pendidikan.

"Alhamdulillah, program ini telah mendapat restu dan diluncurkan oleh Menteri Agama saat kunjungannya di Buteng awal September lalu. Ini saatnya kita di daerah untuk mengeksekusinya dengan baik," ujarnya.

Kemudian, 01-Buteng itu menuturkan program ini juga dilaksanakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran anak-anak dalam mengenal Al-Qur'an. Untuk itu dalam proses belajar nantinya, para siswa ini akan fokus belajar di masing-masing Masjid yang ada di Buteng.

"Jadi Untuk kelas 1, 2 dan 3, itu di masjid, sementara untuk kelas 4 sampai SMP itu di TPQ - TPQ yang selama ini sudah berjalan. Semoga langkah awal ini, anak-anak kita ke depan tidak ada lagi yang tidak mengenal huruf Al-Qur'an." Ucapnya.

Disamping itu juga, Mantan Rektor USN Kolaka itu menambahkan bagi tenaga pendidik seperti guru ngaji akan diberikan kenaikan gaji sebesar 1 juta perbulan dengan catatan harus memiliki murid 20-30 murid. Jika kurang dari jumlah tersebut maka akan digabungkan dengan TPQ yang lain.

"Jadi Kabag Kesra segera identifikasi semuanya, dan honornya mereka akan ditambah, yang tadinya 500 untuk guru ngaji menjadi 1 juta. Sementara Untuk petugas kebersihan Masjid yang semula, 300-400 ribu kita Up menjadi 700 ribu/bulan. Tapi syaratnya masjid harus bersih sehingga jamaah yang datang beribadah merasa nyaman," ulasnya.

Terakhir, untuk memastikan keberhasilan dan keberlanjutan program kota santri, Azhari berharap kepada semua kepala Desa dan Lurah rah maupun Camat, untuk memberikan dukungan penuh di wilayahnya masing-masing.

"Program ini membutuhkan sinergi kita semua. Saya mengajak kepada seluruh kepala desa, mari kita dukung bersama program ini demi kemajuan daerah dan masa depan anak-anak kita," tutupnya. 

Tags

Terkini

Pemkab Buton Tengah Kembali Raih Opini WTP

Selasa, 26 Mei 2026 | 22:57 WIB