Kepala KPPN Baubau, Nazuar saat menyerahkan piagam penghargaan kepada Bupati Buteng, Samahuddin di kantor KPPN Baubau. Foto: Awal/Rakyat Sultra.
LABUNGKARI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Tengah (Buteng) menjadi yang terbaik pertama se-Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam Treasury Award kategori kinerja penyaluran dan pelaporan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik semester II tahun 2020.
Predikat terbaik ini disematkan Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Negara Provinsi Sultra.
Bupati Buteng Samahuddin mengatakan sangat bersyukur atas anugerah yang diberikan. Karena penghargaan ini merupakan sebuah kebanggaan bagi masyarakat Buton Tengah yang notabene merupakan daerah baru.
"Alhamdulillah, ini adalah kebanggaan bagi kami. Terima kasih banyak kepada KPPN Baubau sebab anugerah ini lahir atas kerja sama yang baik," kata Samahuddin.
Lebih lanjut, Samahuddin juga tak menampik bila pencapaian ini tak terlepas dari dukungan masyarakat Buteng. Termasuk seluruh OPD lingkup Pemkab Buteng.
"Terima kasih banyak untuk semuanya. Tentu pencapaian ini akan terus kita pertahankan pada tahun-tahun mendatang. Kami juga meminta bimbingan dari KPPN bila masih ada kekurangan untuk perbaikan di tahun-tahun yang akan datang," ujarnya.
Sementara itu, Kepala KPPN Baubau, Nazuar menjelaskan, penghargaan ini diberikan Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Negara Provinsi Sultra, terkait kinerja kabupaten/kota di Sultra dalam pengelolaan dana transfer, khususnya semester II tahun 2020.
"Alhamdulillah, wilayah KPPN Baubau yang membawahi enam kabupaten/kota mendapatkan tiga daerah yang terbaik. Pertama Buton Tengah terbaik I penyaluran DAK fisik, Kabupaten Buton terbaik kedua kategori penyaluran dana desa dan Buton Selatan peringkat III kategori penyaluran dana desa," katanya.
Nazuar bilang, pencapaian ini semua tidak terlepas dari pimpinan daerah. Termasuk rekan di BPKAD dan OPD yang menangani dana transfer di bidang dan sub bidang masin-masing.
"Tahun lalu alokasi dananya sekitar Rp 55 miliar, dan alhamdulillah tahun ini Buteng mendapat alokasi Rp 76 miliar, jadi ada peningkatan. Kita harapkan peningkatan ini dapat memberikan peluang untuk lebih memberikan kesejahteraan kepada masyarakat khususnya di Kabupaten Buteng," kata Nazuar.
Ditambahkan, pencapaian ini juga menjadi luar biasa karena wilayah penilaiannya tingkat Provinsi Sultra. Hasil ini juga mengangkat nama dan kinerja KPPN Baubau berkat koordinasi dan kerja sama yang baik selama ini.
"Kita harapkan di 2021 dapat dipertahankan dan dana desa mudah-mudahan kita ambil yang pertama juga. Olehnya, koordinasi akan kita tingkatkan dan kita juga akan komunikasi dengan APIP setempat untuk mengawal sampai proses audit terakhir sehingga pengelolaan anggaran benar-benar tepat sasaran dan akuntabel," pungkasnya. (cr3/b/aji)