Kasman
LABUNGKARI - Dinas Kesehatan (Dinkes) Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara melakukan karantina 161 penumpang KM Lambelu yang tiba di pelabuhan Murhum Baubau pada 6 April 2020.
Kepala Dinas Kesehatan, Kasman mengatakan, meski kebersihan kapal terjaga tetapi pihaknya terus waspada untuk mendata, memantau hingga mengarantina mandiri para penumpang asal Buton Tengah.
"Ada 161 penumpang KM Lambelu yang kami sudah karantina secara mandiri," kata Kasman Selasa (14/04/2020).
Ke-161 penumpang Lambelu itu disebar di sejumlah Puskesmas berdasarkan alamat masing-masing. Yakni Puskesmas Mawasangka sebanyak 64 orang, Watorumbe Bata 3 orang, Wadiabero 1 orang, Wamolo 10 orang, Talaga Raya 1 orang, One Waara 2 orang dan Mawasangka Timur 13 orang.
Kasman menjelaskan, sampai saat ini pihaknya terus melakukan pantauan hingga 14 hari kedepan. Mereka dipantau petugas Puskesmas di masing-masing domisilinya dengan tujuan memastikan kondisi kesehatannya.
"Saat ini (Senin,14/4, red) sudah masuk hari ketujuh dan pengawasan ketat dilakukan dengan bantuan kepala desa, kepolisian, dandim. Ketakutannya itu jika ada salah satu penumpang positif covid 19 tapi mereka tanpa gejala apa-apa. Berdasarkan laporan dari puskesmas Kecamatan Mawasangka Timur di desa Batubanawa ada 1 orang yang demam, kami akan rapid test," ujarnya.
Kasman menambahkan, harusnya pemeriksaan ini dapat dilakukan untuk semua penumpang yang dikarantina. Namun alat rapid test terbatas hanya berjumlah 20 buah. Jadi pihaknya hanya menggunakan alat rapid test kepada seseorang yang telah sakit misalnya demam saat masa karantina berjalan.
"Untuk rapid test kami punya 20 buah, dengan prosedur pemeriksaan rapid test mengambil sampel darah dan pemakaiannya hanya satu kali pemakaian," pungkasnya. (cr3/b/aji)