buton-raya

Angka Kemiskinan Diklaim Menurun

Rabu, 17 Januari 2018 | 10:23 WIB

PASARWAJO - Tiap tahunnya Pemerintahan Bupati dan wakil Bupati Buton, Umar-Bakry berhasil menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Buton.

Tahun 2016 lalu, satu tahun sebelum mengakhiri periode pertama, tercatat jumlah warga miskin di tanah Buton mengalami penurunan hingga 13,53 persen.

Padahal, diawal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2012 pemerintahan Umar-Bakry, jumlah penduduk miskin berpusaran dari angka 21 persen.

Sejatinya, tahun 2016 Pemkab Buton menargetkan bisa menekan angka kemiskinan sampai 15 persen, namun yang terjadi melampaui target menurun sampai 13,53 persen atau mengalami penurunan sekitar 0,2 persen.

"Jumlah penduduk miskin tahun 2015 mencapai 13 ribu orang dari jumlah penduduk Buton yang mencapai 97 ribu jiwa. Dan ditahun 2016 menurun 0,2 persen atau sekitar 2 ribu orang," jelas Kepala Bappeda Kabupaten Buton, Ahmad Mulia, ditemui diruang kerjanya, Senin (16/1).

Untuk tahun 2017, kata dia, pihaknya belum mengeluarkan data kemiskinan karena masih melakukan pendataan. Ia juga berharap kerjasama dari Pemerintah Desa agar beritikad melaporkan jumlah warga miskin dimasing-masing Desanya. Hal itu juga, kata dia, pernah ia sampaikan kepada para Kepala Desa saat kegiatan bursa inovasi Desa (BID) beberapa pekan lalu.

Kedepan, kata dia, Bappeda Kabupaten Buton memproyeksi menargetkan angka kemskinan di Daerah penghasil aspal ini dari 0,5-1 persen tiap tahunnya. "Proyeksi ini dibawah standar nasional yang ditetapkan pemerintah," ungkapnya.

Dijelaskannya, indikator yang ditekan bisa menurunkan jumlah warga miskin yakni melalui pembangunan infrastruktur dari berbagai sektor seperti yang tertuang dalam APBD Buton, dimulai dari tingkat Desa, Kecamatan sampai Kabupaten. "Pembangunan yang berjalan baik dapat berdampak pada penurunan kemiskinan," ungkapnya.

Ia juga menjelaskan APBD Buton merupakan cerminan bagi Pemkab Buton untuk menurunkan angka kemiskinan. Misalnya saja disektor pendidikan, Pemkab Buton menggratiskan pakaian seragam sekolah bagi seluruh siswa-siswi dari tingkat SD, SMP sampai SMA.

Kemudian disektor pertambangan, diperiode kedua Umar-Bakry sementara mengupayakan pembangunan industri aspal terpadu terletak di Desa Lawele, Kecamatan Lasalimu, yang bisa menampung ribuan tenaga kerja. Diperiode kedua ini juga, Pemkab Buton bakal menata dan membangun infrastruktur dipusat ibukota Pasarwajo.

Selanjutnya disektor pertanian, Pemkab Buton melalui bantuan dari Pemerintah Pusat mengucurkan bantuan cetak sawah sebesar 100 hektar untuk petani yang tersebar dibeberapa Kecamatan. Sambung Ahmad Mulia, sama halnya dibidang perikanan, potensi laut Buton seperti ikan dan rumput laut dilirik beberapa investor asing asal Jepang.

Rencananya, investor asal Jepang ini menargetkan bakal memproduksi rumput laut di Kecamatan Kapuntori sampai ratusan ton perhari. "Saat ini lokasi sebagai pengembangan rumput laut yang ada di Kapuntori masih dalam peninjauan tim," tutupnya. (p2/b)

 

Tags

Terkini

Pemkab Buton Tengah Kembali Raih Opini WTP

Selasa, 26 Mei 2026 | 22:57 WIB