buton-raya

Kebutuhan Bahan Pokok Asal Pulau Jawa Banjiri Kota Baubau

Jumat, 30 September 2016 | 14:07 WIB
Salah seorang pedagang Kota Baubau saat melakukan bongkar muat barang dagangannya disalah satu pelabuhan di Kota Baubau. LM Suharlin/Rakyat Sultra

-
Salah seorang pedagang Kota Baubau saat melakukan bongkar muat barang dagangannya disalah satu pelabuhan di Kota Baubau. LM Suharlin/Rakyat Sultra

BAUBAU, RSONLINE - Harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kota Baubau mengalami penurunan. Hal itu disebabkan sejumlah barang kebutuhan pokok yang disuplai dari pulau Jawa membanjiri Kota Baubau, sehingga para distributor melakukan penurunan harga barang.

Hampir sebagian besar harga komoditi utama seperti beras, telur ayam, minyak goreng, bawang merah hingga bawang putih terus penurunan. Penurunan harga paling mencolok terjadi pada bawang merah dari harga sebelumnya yakni dari Rp 47 ribu perliternya kini menjadi Rp 38 ribu perliternya.

Harga telur ayam ras yang biasanya dipatok dengan harga Rp 44 ribu perraknya, kini sudah dapat dijual dengan harga Rp 40 ribu perraknya bahkan hingga Rp 38 ribu perraknya. Selain itu pula, harga gula pasir yang semula dijual dengan harga Rp 17 ribu hingga Rp 18 ribu perkilogramnya, kini turun hingga menyentuh angka Rp 15 ribu perkilogramnya.

"Sekarang barang kebutuhan pokok yang berasal dari Surabaya dan Makasar sudah banyak yang masuk. Yang pasti harga yang kami ambil tentu lebih murah dibanding harga barang menjelang lebaran beberapa waktu lalu," tutur salah seorang pedagang Wa Tuti saat ditemui dipasar tradisional Karya Nugraha Kota Baubau.

Kata dia, penurunan harga kebutuhan pokok diyakini pihaknya merupakan imbas dari penurunan harga yang diperoleh dari agen hingga distributor di Kota Baubau. Namun demikian, bervariasinya harga dipasaran merupakan hal yang biasa saja terjadi yang menjadi dinamika dalam berdagang.

"Sebenarnya semua ini tergantung kita saja yang mainkan harga. Di agen kita sudah dapat penurunan harga, kalau seumpama kita jual dengan harga seperti kemarin itu tetap laku tapi waktunya agak lama, sedangkan kita jual di bawah harga sebelumnya pasti permintaan akan semakin banyak meski keuntungan sedikit," tambahnya.

Dijelaskan, penurunan harga juga terjadi pada beras yang semula dijual dengan harga Rp 580 ribu perkarung bobot 50 kg, kini hanya dijual dengan harga Rp 540 ribu hingga Rp 535 ribu perkarung.

Sedangkan harga bawang merah dan bawang putih tetap stabil dengan harga masing-masing Rp 28 ribu dan Rp 20 ribu perkilogramnya. Penurunan harga mencolok terjadi pada komoditi tomat, dimana sebelumnya dipatok dengan harga Rp 8 ribu perkilo kini dapat diperoleh hingga Rp 3 ribu perkilo.

"Harga cabai merah dan cabe keriting juga turun dari kisaran harga Rp 12 ribu perkilogramnya kini kita bisa peroleh dengan harga Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu perkilogramnya. Sementara sayur mayur bergerak stabil dengan harga rata-rata mencapai Rp 3 ribu hingga Rp 5 ribu perikatnya," tutupnya. (m1/b/hum)

Ketgam : Salah seorang pedagang Kota Baubau saat melakukan bongkar muat barang dagangannya disalah satu pelabuhan di Kota Baubau. (FOTO

: LM Suharlin/Rakyat Sultra)

Tags

Terkini

Pemkab Buton Tengah Kembali Raih Opini WTP

Selasa, 26 Mei 2026 | 22:57 WIB