buton-raya

Cuaca Ekstrim Terjang Baubau

Jumat, 30 September 2016 | 14:03 WIB
Ilustrasi

-
Ilustrasi

BAUBAU, RSONLINE - Cuaca Ekstrim berupa hujan deras disertai angin kencang kini melanda Kota Baubau hingga sepekan terakhir. Diduga kuat cuaca ekstrim tersebut merupakan buntut dari fenomena La Nina yang diprediksi berlangsung sejak bulan Juli hingga September 2016.

Kepala Badan Meterorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Baubau, Natsir menuturkan setelah fenomena El Nino yang terjadi cukup kuat beberapa bulan lalu kini Kota Baubau akan disuguhkan dengan peningkatan curah hujan. Pasalnya, dari hasil prakiraan cuaca diprediksi badai petir yang menjadi dampak dari La Nina akan melanda Indonesia.

"Daerah Indonesia khususnya Sultra cukup mendapat dampak atas fenomena La Nina ini. Apalagi Sulawesi Tenggara yang juga berdekatan dengan garis khatulistiwa menjadi salah satu tempat pergerakan awan rendah tersebut," tuturnya.

Kata dia, memanasnya permukaan air laut di benua Australia, dimana aliran panas tersebut menuju ke kutub utara sehingga membentuk awan rendah yang berpotensi hujan. Dan proses pemanasan itu sudah terlihat sekarang dan mulai bergerak ke arah barat.

"Pergerakan angin dari pergerakan awan saat ini mencapai 20 Knot dengan curah hujan diatas 50 mm dan memicu badai dan petir," tambahnya.

Namun demikian, dari pemantauan yang dilakukan pihaknya badai petir dimungkinkan tidak akan berlangsung lama melanda Sultra. Pasalnya, dengan kecepatan angin yang begitu tinggi membuat badai bergerak dengan cepat.

Dalam mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, pihaknya menghimbau para nelayan maupun kapal penumpang yang melakukan nelayaran disekitar selat Baubau dan Wakatobi untuk tetap memperhatikan kondisi perkembangan cuaca. Selain itu, diharapkan para nelayan sebisa mungkin selalu berkordinasi kepada BMKG guna mengetahui status perubahan cuaca.

"Kami keluarkan himbauan dan peringatan kepada kapal-kapal rakyat yang akan melakukan pelayaran. Selain itu pula, dihimbau kepada masyarakat untuk selalu melakukan pengecekan perkembangan data ketinggian gelombang beberapa hari kedepan untuk mengetahui tinggat kerawanan dalam melakukan pelayaran." tutupnya. (m1/b/hum)

Tags

Terkini

Pemkab Buton Tengah Kembali Raih Opini WTP

Selasa, 26 Mei 2026 | 22:57 WIB