RAKYATSULTRA.COM, KENDARI - Kabupaten Buton merupakan salah satu daerah yang hampir dipastikan hanya memiliki satu calon tunggal dalam pemilihan kepala daerah secara serentak. memang banyak pihak yang kemudian melakukan kritik kepada partai politik yang tidak memberikan ruang kepada kandidat lain untuk menjadi kontestan Pilkada dan menantang Umar Samiun.
Berbeda halnya dengan calon incumbent, Umar yang ditemui di sela sela tes psikologi di Swiss Bell Hotel, Senin (26/9) menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah menghalang-halangi calon lain untuk tampil dalam Pilkada Buton. Hanya saja kata dia, masyarakat Buton sampai saat ini masih cenderung mengedepankan orientasi pembangunan sehingga masyarakat Buton masih menginginkan agar dirinya melanjutkan pembangunan yang sudah dirintisnya agar sampai pada dua periode kepemimpinan.
Menurut Ketua DPW PAN Sultra ini, suara mayoritas di DPRD Buton sebagai representatif wakil rakyat Buton saat ini lebih dari 80 persen. Yakni gabungan delapan partai yang ada di Buton memberikan legitimasi terhadap dirinya untuk kembali melanjutkan pembangunan yang ada di Buton.
"Lebih dari 80 persen suara rakyat yang diwakili oleh DPRD Buton saat ini memberikan kepercayaan kepada saya untuk melanjutkan pembangunan yang ada di kabupaten penghasil tambang aspal itu,"paparnya.
Umar yang kembali menggandeng wakilnya yakni La Bakrie mengaku selama perekrutan calon bupati di tubuh partai dirinya selalu mengikuti berbagai mekanisme yang ada. Sehingga salah satu alasan partai memutuskan mengusungnya adalah keseriusan dalam membangun Kabupaten Buton.
Selain itu, kata Umar saat ini masyarakat Buton cenderung memahami urgensi pembangunan. “Sehingga masyarakat Buton melihat massa kepemimpinan kami perlu diberikan tambahan waktu lima tahun kedepan untuk menyelesaikan berbai program pembanguna yang telah kami rintis,” katanya. (p4/b/ian)