Buton Utara, Rakyatsultra.id - Sebanyak 14 dokter internship Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) tahun 2025 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia resmi ditempatkan di Kabupaten Buton Utara (Butur).
Kedatangan para dokter muda ini telah disambut hangat oleh pemerintah daerah setempat dalam sebuah acara penyambutan yang digelar di Aula Rapat Sekretariat Daerah, Senin (2/6).
Bupati Butur Afirudin Mathara, secara langsung menerima kedatangan para dokter didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), dr. Izanuddin, serta Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Alimin. Turut hadir pula Direktur RSUD Butur, dr. Wa Ode Fortanita, Kepala Bagian Organisasi Setda Butur, La Ode Husima, serta sejumlah pejabat administrator dan fungsional lingkup Dinas Kesehatan Butur.
Bupati Afirudin dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus apresiasi kepada seluruh dokter yang akan menjalani program internship di wilayahnya. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Kementerian Kesehatan yang telah menunjuk Buton Utara sebagai salah satu lokasi penempatan program PIDI tahun 2025.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa Kabupaten Buton Utara hingga saat ini masih menghadapi berbagai tantangan di bidang kesehatan, terutama terkait keterbatasan tenaga medis. Sehingga diperlukan sentuhan dedikasi dari semua pihak, khususnya dokter yang bertugas di Butur.
Ia berharap kehadiran para dokter muda tersebut dapat menjadi angin segar bagi pelayanan kesehatan di Buton Utara dan membawa dampak positif dalam peningkatan kualitas layanan medis kepada masyarakat.
"Harapannya, semoga kehadiran para dokter di Butur dapat bermanfaat bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan di masyarakat," ungkap Afirudin.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Butur, dr. Izanuddin, menjelaskan bahwa ke-14 dokter yang ditempatkan di Buton Utara terdiri dari 8 dokter laki-laki dan 6 dokter perempuan.
Mereka berasal dari berbagai perguruan tinggi dan akan melaksanakan tugas internship selama satu tahun penuh di wilayah Butur, dengan rincian 6 bulan di Puskesmas dan 6 bulan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
Ia menyebutkan penempatan dokter internship ini merupakan bagian dari hasil kerja sama dan perjuangan pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan hingga ke tingkat paling dasar.
"Kehadiran dokter internship ini bagian dari perjuangan pemerintah daerah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan sampai pada tingkat dasar di Puskesmas maupun di Rumah Sakit," pungkasnya.