buton-raya

PNM Dorong Kemandirian Petani Lewat Klasterisasi Bawang Merah di Buton Selatan

Sabtu, 10 Mei 2025 | 14:24 WIB
Suasana PNM Baubau saat menyelenggarakan kegiatan klasterisasi budidaya dan pengolahan bawang merah di Desa Gerak Makmur

Kendari, Rakyatsultra.id — Dalam upaya memperkuat perekonomian masyarakat desa melalui sektor pertanian, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Baubau melalui Unit Mekaar Batauga menyelenggarakan kegiatan klasterisasi budidaya dan pengolahan bawang merah di Desa Gerak Makmur, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan, (8/5).

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PNM untuk tidak hanya memberikan pembiayaan kepada masyarakat, tetapi juga memberikan pendampingan usaha yang berkelanjutan. Program ini secara khusus menargetkan petani-petani yang tergabung sebagai nasabah Mekaar, agar mampu meningkatkan kapasitas produksi dan mengembangkan usaha tani secara lebih modern dan terorganisir.

Hadir dalam acara tersebut Pemimpin Cabang PNM Baubau, Bapak Salim; Kepala Unit Mekaar Batauga, Wa Ode Tiara; Kepala Desa Gerak Makmur, La Ode Rismanton, S.H.; Pendamping Tani, La Adi; serta staf PKU Cabang Baubau, Irma Wati Wellang. Para petani peserta kegiatan tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang juga diisi dengan sesi edukasi dan diskusi terbuka mengenai teknik budidaya, manajemen hasil panen, serta peluang pasar.

Sebagai bentuk dukungan nyata, PNM memberikan bantuan berupa 100 kilogram pupuk mutiara kepada para petani peserta program. Bantuan ini diharapkan dapat membantu mempercepat pertumbuhan tanaman dan meningkatkan kualitas hasil panen, sehingga produk bawang merah lokal dari Gerak Makmur dapat bersaing di pasar regional dan nasional.

Dalam sambutannya, Bapak Salim menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga keuangan dan pelaku usaha mikro. “Program klasterisasi ini merupakan wujud dari semangat tumbuh bersama yang kami usung. Kami ingin nasabah Mekaar tidak hanya menjadi penerima dana, tetapi juga mitra pembangunan ekonomi desa. Kami percaya bahwa dengan pendekatan terintegrasi seperti ini, kesejahteraan petani akan meningkat secara signifikan,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Gerak Makmur, La Ode Rismanton, S.H., menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif PNM. “Kami menyambut baik program ini dan berharap dapat menjadi awal dari kemitraan jangka panjang yang berdampak positif pada pengembangan potensi pertanian di desa kami. Harapan kami, dengan dukungan seperti ini, petani bisa lebih percaya diri dan berdaya saing,” ujarnya.

Salah satu peserta, Wa Setia — petani bawang merah sekaligus nasabah Mekaar — menyatakan kegembiraannya atas dukungan yang diterima. “Kami merasa diperhatikan. Bantuan pupuk ini sangat membantu, apalagi harga pupuk belakangan cukup tinggi. Semoga hasil panen tahun ini meningkat dan bisa menambah penghasilan keluarga,” tuturnya haru.

Selain penyaluran bantuan, kegiatan ini juga menghadirkan sesi pelatihan teknis mengenai tata kelola pertanian berbasis klaster, penggunaan pupuk yang tepat, hingga teknik pengolahan pascapanen. Para petani diberi wawasan untuk membentuk koperasi kecil atau kelompok tani yang lebih solid agar mampu mengakses pasar secara kolektif dan memperoleh harga jual yang lebih menguntungkan.

PNM berkomitmen untuk terus memperluas dampak positif dari program Mekaar, khususnya di sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi di banyak wilayah pedesaan. Diharapkan, program seperti ini bisa direplikasi di desa-desa lain sebagai model pemberdayaan yang berkelanjutan.

Tags

Terkini

Pemkab Buton Tengah Kembali Raih Opini WTP

Selasa, 26 Mei 2026 | 22:57 WIB