Buton Tengah, rakyatsultra.id - Gedung Kesenian Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah (Buteng) tampak lebih ramai dari biasanya, Senin (4/5). Ratusan warga memadati lokasi untuk mengikuti bakti sosial (baksos) yang digelar Dinas Kesehatan setempat.
Kegiatan yang menghadirkan layanan khitanan massal dan pemeriksaan kesehatan gratis ini menjadi magnet bagi masyarakat. Sejak pagi, antrean warga mulai dari anak-anak, ibu hamil, hingga lansia terlihat antusias menunggu giliran mendapatkan layanan medis.
Bupati Buteng, Dr. Azhari, yang membuka langsung kegiatan tersebut, tak menyembunyikan rasa bangganya. Ia mengapresiasi dedikasi para tenaga kesehatan yang terlibat dalam aksi kemanusiaan ini.
"Kegiatan seperti ini bukan hanya membantu masyarakat, tetapi juga menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah-tengah mereka. Saya berharap ini bisa rutin kita lakukan," ujarnya.
Kemudian, lanjut Mantan Rektor USN Kolaka itu menjelaskan bahwa, layanan kesehatan gratis memiliki peran penting dalam mendorong kesadaran masyarakat, terutama dalam hal deteksi dini penyakit.
"Banyak penyakit bisa dicegah jika diketahui lebih awal. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting, agar masyarakat tidak menunggu sampai kondisi sudah parah," tegasnya.
Lebih jauh, 01-Buteng menaruh perhatian pada wilayah kepulauan yang akses kesehatannya masih terbatas, seperti Talaga Raya. Ia pun menggagas rencana pelaksanaan baksos serupa dengan dukungan transportasi laut.
"Kita akan upayakan kegiatan seperti ini menjangkau wilayah kepulauan. Bahkan, kita siapkan opsi menggunakan kapal ferry untuk distribusi obat dan alat kesehatan," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Buteng, Hernawaty, menyebut adanya kolaborasi lintas profesi sebagai kunci utama
"Ini adalah bentuk gotong royong antara pemerintah dan organisasi profesi kesehatan. Tujuannya jelas, untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara merata," jelasnya.
Tak hanya pelayanan medis, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kesehatan bagi masyarakat. Tim medis aktif memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan secara berkala.
Awalnya, panitia hanya menargetkan 200 peserta. Namun, tingginya minat warga membuat angka itu melonjak drastis. Sebanyak 170 warga tercatat mengikuti pemeriksaan kesehatan, sementara 127 anak mengikuti khitanan massal.
Meski melampaui kuota, seluruh peserta tetap dilayani tanpa terkecuali. "Antusiasme masyarakat luar biasa. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan layanan kesehatan yang lebih luas dan merata," tutupnya.
Kegiatan ini juga turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Danyon TP 870 Sangiawambulu, anggota DPRD Buteng hingga para dokter spesialis yang ikut ambil bagian dalam pelayanan.