Jumat, 28 Agustus 2026

Pemkab Buton Tengah Gandeng Bank Mandiri Terapkan Digitalisasi Pajak Daerah

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Kamis, 4 Desember 2025 | 08:28 WIB
Bupati Azhari bersama Pimpinan Bank Mandiri Berpose bersama usai menekan hasil PKS. Bertempat di aula kantor Bupati Buteng, Rabu (3/12).
Bupati Azhari bersama Pimpinan Bank Mandiri Berpose bersama usai menekan hasil PKS. Bertempat di aula kantor Bupati Buteng, Rabu (3/12).

Buton Tengah, Rakyatsultra.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Tengah (Buteng) terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel. Salah satu upaya tersebut dengan menggunakan metode elektronik dalam memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD). 

Sebagai langkah strategis, Pemkab Buteng resmi menggandeng PT Bank Mandiri (Persero) dengan ditandai Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) terkait digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi daerah. Bertempat di aula kantor Bupati, Rabu (3/12). 

Agenda penandatanganan disaksikan langsung, Pj Sekertaris Kabupaten (Sekab) Buteng, Armin bersama seluruh Jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat serta pimpinan dan karyawan PT Bank Mandiri. 

Dalam sambutannya, Bupati Azhari menyatakan bahwa digitalisasi transaksi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk mengamankan dan meningkatkan PAD. Untuk itu, seluruh transaksi penerimaan daerah beralih dari tunai menjadi elektronik, salah satunya melalui metode QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).

"Saya menginginkan ke depannya transaksi kita beralih ke sistem elektronik, utamanya untuk PAD. Ini adalah sektor vital yang menjamin eksistensi pembangunan daerah kita di masa depan," ujarnya. 

Untuk itu, lanjut 01-Buteng itu menjelaskan keharusan untuk beralih ke sistem non-tunai (cashless) bertujuan untuk meminimalisir potensi penyelewengan anggaran dan menutup celah kebocoran pendapatan. 

Sehingga dana yang masuk, menjadi lebih efektif, terukur, dan real-time dan postur anggaran daerah menjadi lebih sehat dan akuntabel.

"Fokus utama penerapan digitalisasi ini akan menyasar OPD pengelola retribusi. Terutama disektor pariwisata, pasar maupun sektor lainnya. Dan langkah ini akan kita maksimalkan," ucapnya. 

lebih lanjut, Mantan rektor USN Kolaka itu menyakini dengan kebijakan terbaru ini, PAD Buteng kedepannya bisa lebih transparan dan akuntabel serta meminimalisir adanya potensi penyelewengan. 

"Kerja sama dengan Bank Mandiri ini juga mencakup hal teknis, seperti pencetakan karcis retribusi. Sehingga validasi datanya bisa lebih akurat dan kebocoran bisa kita hindari," ulasnya. 

Terakhir, Azhari berharap dengan langkah strategis ini serta adanya kesepakatan bersama yang sudah disepakati, bisa terealisasi dengan baik dan lancar. apalagi ini demi kepentingan daerah dan kesejahteraan masyarakat Buteng. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Pemkab Buton Tengah Kembali Raih Opini WTP

Selasa, 26 Mei 2026 | 22:57 WIB

Terpopuler

X