Burong Tengah, Rakyatsultra.id - Bupati Buton Tengah (Buteng) Dr. H. Azhari, secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan bagi para Guru Ngaji yang akan menggerakkan Program Diniyah Takmiliyah lingkup pemerintah setempat.
Penyerahan SK tersebut berjalan dengan hidmat dan lancar. Bertempat di gedung kesenian Lakudo, Kamis (13/11). Prosesi penyerahan itu disaksikan langsung para Camat lingkup Pemkab Buteng.
Dalam sambutannya, Bupati Azhari menyatakan program Diniyah Takmiliyah merupakan program yang paling penting dan menjadi prioritas utama untuk dilaksanakannya. Mengingat program ini untuk dunia dan akhirat.
"Bagi saya, ini program yang paling penting. Program yang lain seperti fisik itu penting, tapi pentingnya untuk penilaian di dunia. Program Diniyah ini tidak hanya untuk dunia, tapi nomor satu untuk akhirat," ujarnya.
Kemudian, Lanjut 01-Buteng itu menuturkan bahwa sejak awal program Diniyah Takmiliyah digagas untuk memastikan anak-anak di Buteng, tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi adab Islam yang kuat. Ditambah lagi, menguasai hafalan surat-surat pendek, dan memahami amalan dalam beribadah.
"Ini adalah amalan yang akan kita dapatkan kelak. Inilah sejatinya warisan paling berharga, karena kita tidak tahu kapan akan dipanggil oleh Yang Maha Kuasa," ucapnya.
Lebih lanjut, Mantan Rektor USN Kolaka itu juga menyampaikan apresiasi dan kepercayaan penuh kepada para guru ngaji yang telah bersedia mengemban amanah ini. Azhari menyebut mereka ini sebagai perpanjangan tangan dan wakil resmi pemerintah daerah dalam mencerdaskan kehidupan spiritual masyarakat.
"Hari ini, Bapak dan Ibu saya percayakan untuk membantu kami mengajarkan anak-anak kita mengaji. Itu artinya, Bapak dan Ibu adalah wakil daripada saya dan Bapak Wakil Bupati (Muh. Adam Basan) dalam menjalankan program mulia ini," ulasnya.
Untuk itu, Azhari berpesan agar program ini bisa menjangkau semua anak, termasuk mereka yang mungkin tidak terjangkau oleh pendidikan formal. Langkah ini sangat perlu dilakukan demi memastikan tidak ada lagi generasi yang buta aksara Al-Quran.
"Untuk seluruh guru ngaji, mari bekerja dengan ikhlas sebagai ladang amal, demi melahirkan generasi Buteng yang cerdas dan berakhlak mulia," tuturnya.
Sebelum menutup sambutannya, Azhari mengungkapkan bahwa Pemerintahan nya terus berupaya menyeimbangkan antara pembangunan fisik dan pembangunan mental-spiritual. Dan pemerintah juga berhasil menarik berbagai program dan proyek nasional ke Buteng.
Seperti, pembangunan rumah sakit, program Sekolah Rakyat untuk ribuan siswa, dan proyek strategis lainnya. Dengan keberhasilan ini, menunjukkan bahwa Buteng semakin dipercaya oleh pemerintah pusat.
"Saya sebagai Bupati berusaha menarik perhatian pusat agar ada proyek nasional yang masuk ke Buteng. Ini semua adalah ikhtiar kita untuk pembangunan duniawi. Namun, semua kemajuan fisik itu harus diimbangi dengan penguatan spiritual melalui Program Diniyah Takmiliyah ini," ungkapnya.