La Hardin.
BATAUGA- Pemkab Buton Selatan (Busel) melalui Dinas Koperasi dan UMKM mengimbau masyarakat tidak khawatir dengan kelangkaan minyak goreng kemasan produk pabrik. Lebih baik beralih membuat produk minyak goreng sendiri.
Imbauan itu dilakukan karena lonjakan harga minyak goreng yang terjadi di Kabupaten Busel hingga mencapai 300 persen. Kenaikkan harga minyak goreng juga memicu kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya.
Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Busel, La Hardin menuturkan kelangkaan minyak goreng telah menimbulkan kepanikan dan kekhawatiran masyarakat Kabupaten Buton Selatan. Namun demikian, kelangkaan itu dapat diatasi manakala masyarakat dapat mengubah perilaku yang memicu hadirnya mafia-mafia baru.
"Kelangkaan suatu barang tentu akan dibarengi dengan aksi timbun oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab. Dan ini tentu menjadi perhatian kita bersama agar para oknum tersebut tidak memanfaatkan situasi untuk mendapat keuntungan yang lebih besar," tuturnya
Kata dia, perubahan perilaku masyarakat dengan tidak memberikan celah bagi para oknum yang tidak bertanggung jawab akan menekan kenaikan harga lainnya. Terlebih masyarakat mampu mengurangi dalam penggunaan minyak goreng kemasan dengan beralih dengan menggunakan minyak goreng curah atau minyak tradisional.
"Kita ada produksi minyak oleh masyarakat kita yang tentunya tidak jauh berbeda kualitasnya dengan minyak goreng kemasan produksi pabrikan. Dan tentu harganya juga tidak kalah bersaing dengan harga minyak goreng dikondisi normal," tambahnya
Dia menambahkan, saat ini pihaknya masih menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak untuk mengantisipasi kelangkaan minyak goreng di Bumi Beradat. Baik itu, dengan sejumlah distributor di Kota Baubau maupun dengan perusahaan umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog).
"Memang agak susah untuk mengubah perilaku itu. Manakala kita sudah ketergantungan dengan kebutuhan minyak goreng kemasan maka sulit untuk kita beralih. Tapi minimal tidak kita bisa mengurangi kebutuhan minyak goreng kemasan dengan menggunakan produk kearifan lokal kita," jelasnya
Untuk diketahui, harga minyak goreng di kabupaten Busel naik hingga mencapai Rp 70 ribu perliter. Padahal, harga normal minyak goreng kemasan yang beredar sebelumnya dipatok dengan harga Rp 14 ribu hingga Rp 20 ribu saja. (m2/b/aji)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: Redaksi
Terkini
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:01 WIB
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:59 WIB
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:57 WIB
Kamis, 6 Agustus 2026 | 08:16 WIB
Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:11 WIB
Rabu, 15 Juli 2026 | 20:26 WIB
Selasa, 14 Juli 2026 | 22:11 WIB
Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:29 WIB
Jumat, 3 Juli 2026 | 19:26 WIB
Jumat, 26 Juni 2026 | 10:51 WIB
Senin, 22 Juni 2026 | 08:55 WIB
Selasa, 16 Juni 2026 | 21:57 WIB
Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:57 WIB
Rabu, 27 Mei 2026 | 19:52 WIB
Selasa, 26 Mei 2026 | 22:57 WIB
Jumat, 22 Mei 2026 | 21:03 WIB
Kamis, 21 Mei 2026 | 22:34 WIB
Rabu, 20 Mei 2026 | 22:54 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 | 22:21 WIB
Sabtu, 16 Mei 2026 | 21:10 WIB