Jumat, 28 Agustus 2026

Dinas Pertanian Busel Sulap 500 Hektare Lahan Tidur Jadi Persawahan

Photo Author
Redaksi, Rakyat Sultra
- Senin, 28 Februari 2022 | 16:56 WIB
Kadis Pertanian Kabupaten Busel, LM. Idris bersama penyuluh pertanian Busel saat melakukan persemaian benih padi sawah di Kecamatan Sampolawa Kabupaten Busel akhir pekan lalu. Foto : LM. Suharlin/Rakyat Sultra.   BATAUGA- Sebagai upaya mengembangkan usaha pertanian serta menjaga ketahanan pangan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Busel terus berinovasi. Terbaru, Pemkab Beradat itu mengubah lahan tidur menjadi lahan produktif.  Rencana itu dimulai ditahun 2023 mendatang 500 hektare lahan di Kecamatan Sampolawa siap digarap untuk disulap menjadi kawasan persawahan sebagai penunjang ketahanan pangan masyarakat Busel. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Busel, LM. Idris menuturkan Pemkab Busel tengah mencanangkan cetak sawah baru seluas 500 hektare di Kecamatan Sampolawa. Pencetakan sawah baru itu dalam rangka memperkenalkan potensi pertanian Busel kepada petani lokal yang sebelumnya masih belum paham tentang budidaya padi sawah. "Dengan hadirnya kawasan persawahan di Buton Selatan tentu akan menopang ketahanan pangan Busel bahkan dapat mendukung program swasembada pangan. Apalagi kita memiliki lahan yang begitu luas, namun belum dimanfaatkan dengan maksimal oleh masyarakat," tuturnya. Kata dia, pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan 2022 pihaknya akan melakukan penyusunan sistem investigasi dan desain (SID) percetakan sawah di Tondobulu dan Lipumangau, Kecamatan Sampolawa. Tak tanggung-tanggung luas wilayah yang diyakini berpotensi untuk dijadikan sebagai kawasan persawahan itu mencapai 500 hektare. "Yang pasti tahun ini kami masih  menyusun dan menuntaskan dokumen yang dimaksud. Kalaupun dokumen itu sudah selesai, maka dipastikan tahun depan (2023, red) kita akan siap melakukan penanaman padi dengan luas 500 hektare di Bumi Gajah Mada," sebutnya. Dia menambahkan, pihaknya memperkenalkan budidaya padi sawah kepada masyarakat Busel tentu tidak terlepas dari arahan Bupati Buton Selatan, Laode Arusani, karena Buton Selatan memiliki luas wilayah pertanian yang begitu memadai. Namun hingga saat ini belum dioptimalkan pengelolaannya. "Setelah dilakukan kajian dan survei maka di Kecamatan Sampolawa khususnya Lipumangau dan Todombulu ini sangat berpotensi untuk diolah lahannya menjadi kawasan persawahan. Jadi tahun ini kita melakukan penanaman 1 hektare sebagai percontohan sembari menyusun dokumen untuk kemudian tahun depan kita melakukan penanaman besar-besaran," jelasnya. Dijelaskan, dengan lahan persawahan yang terbilang cukup luas tentu harus ditunjang dengan sarana irigasi yang memadai. Namun demikian, pihaknya tidak terlalu ragu mengingat Kecamatan Sampolawa memiliki mata air dengan debit air yang terbilang cukup untuk mengairi sawah dengan luasan tersebut. "Dengan bermodalkan sistem gravitasi, kiita manfaatkan potensi alam kita untuk mengairi sawah. Kalaupun nantinya kita memiliki ketersediaan dana yang memadai maka tidak menutup kemungkinan kita membangun bendungan sebagai sarana irigasi persawahan Busel," ujarnya Dikatakan, dari 500 hektare lahan yang dicanangkan akan disulap menjadi kawasan persawahan tersebut diyakini sebagai besar akan menggunakan lahan areal penggunaan lain (APL) Buton Selatan sementara sisanya merupakan tanah adat masyaraka. Dimana kemudian lahan tersebut akan dimanfaatkan masyarakat untuk bertani padi sawah. "Dengan menghadirkan 500 hektare sawah di Buton Selatan akan menjadi sejarah baru yang terukir. Setidaknya gagasan Bupati Buton Selatan, Laode Arusani 2021 silam untuk menciptakan kawasan persawahan di Busel saat ini kita sudah mampu jawab dan tahun depan kita akan mulai dengan 500 hektar," tutupnya. (m2/b/aji)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

Pemkab Buton Tengah Kembali Raih Opini WTP

Selasa, 26 Mei 2026 | 22:57 WIB

Terpopuler

X