Perwakilan Wahana Visi Indonesia Hadir (WVI) dan jajaran Pemda Koltim usai melakukan pertemuan. Foto: Iwal/Rakyat Sultra.
TIRAWUTA - Wahana Visi Indonesia (WVI) hadir di Kolaka Timur (Koltim). Pertemuan yang digelar bersama Bupati Kolaka Timur (Koltim), Andi Merya Nur di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu, menjadi tanda akan berjalannya organisasi bidang sosial ini.
Dalam pertemuan itu, perwakilan WVI, Ende Hutabarat, menjelaskan kepada bupati bahwa pihaknya mengedepankan program pengembangan yang bersifat jangka panjang, menggunakan pendekatan pengembangan wilayah berkelanjutan atau Area Program (AP).
"Wahana Visi Indonesia berkomitmen untuk melanjutkan pendampingan terhadap lebih dari 80.000 anak yang tersebar di 52 titik pelayanan di 14 provinsi di Indonesia," ucap Ende.
Di bidang kesehatan, WVI memiliki program kesehatan yang terpadu untuk meningkatkan kesehatan anak dan keluarga, dengan menyediakan akses air bersih, rehabilitasi gizi, sanitasi yang baik, pelatihan kesehatan, dan masih banyak lagi.
Selain itu, dalam bidang peningkatan ekonomi keluarga, WVI mendampingi masyarakat untuk mencari terobosan dalam mengembangkan potensi daerahnya, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan anak, melalui pelatihan manajemen keuangan, menghubungkan dengan lembaga permodalan, dan membuka akses pasar.
Sementara itu, Andi Merya yang dikonfirmasi Selasa (22/6/2021), mengaku mendukung berjalannya program WVI di Koltim. Olehnya ia akan mendorong pihak organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk membantu menyukseskan misi WVI yang berimbas kepada kemajuan daerah.
“Terkait dengan kegiatan lembaga ini, berdasarkan pemaparan yang telah ditindaklanjuti sangatlah bagus. Program ini sudah terjadwal dalam waktu dekat akan beroperasi secara masif," ucap bupati.
Srikandi Koltim ini menjelaskan, rencana aksi di Dangia, ia melibatkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) dan kelompok tani perempuan. Selain itu akan ada pembuatan jamban, sehingga Dinas Sosial diharapkan bekerja maksimal.
“Saya juga minta kepada DPMD harus berperan banyak, karena WVI ini bekerjanya di beberapa desa untuk projeknya, biasanya mengumpulkan kelompok tani, tokoh-tokoh wanita dan lain sebagainya. Harus selalu koordinasi agar kendala dan hambatan yang ada dilokasi bisa diselesaikan bersama," tutup orang nomor satu di Koltim ini. (p1/b/aji)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: Redaksi
Terkini
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:01 WIB
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:59 WIB
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:57 WIB
Kamis, 6 Agustus 2026 | 08:16 WIB
Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:11 WIB
Rabu, 15 Juli 2026 | 20:26 WIB
Selasa, 14 Juli 2026 | 22:11 WIB
Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:29 WIB
Jumat, 3 Juli 2026 | 19:26 WIB
Jumat, 26 Juni 2026 | 10:51 WIB
Senin, 22 Juni 2026 | 08:55 WIB
Selasa, 16 Juni 2026 | 21:57 WIB
Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:57 WIB
Rabu, 27 Mei 2026 | 19:52 WIB
Selasa, 26 Mei 2026 | 22:57 WIB
Jumat, 22 Mei 2026 | 21:03 WIB
Kamis, 21 Mei 2026 | 22:34 WIB
Rabu, 20 Mei 2026 | 22:54 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 | 22:21 WIB
Sabtu, 16 Mei 2026 | 21:10 WIB