Jumat, 28 Agustus 2026

PT Pelni Buang 10 Kubik Sampah Perhari di Kota Baubau

Photo Author
Redaksi, Rakyat Sultra
- Kamis, 10 Juni 2021 | 07:44 WIB
Juni Samsudin.   BAUBAU- Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Kota Baubau nampaknya tidak hanya mendapat pasokan sampah dari masyarakat Kota Baubau semata. Pasalnya, kapal penumpang milik PT Pelni Persero juga turut andil memasok sedikitnya 10 kubik sampah setiap hari. Kepala PT Pelni Persero Cabang Baubau, Juni Samsudin menuturkan, Kota Baubau merupakan salah satu daerah yang dijadikan kapal penumpang milik PT PELNI Persero untuk membuang sampah pengguna jasa. Di mana bila dirata-ratakan tiap harinya, sampah pengguna jasa pelayaran perusahaan plat merah itu mencapai 10 kubik. "Kapal kami ada 11 yang beroperasi dan sandar si pelabuhan Murhum Kota Baubau. Setiap kali berlabuh di Kota Baubau setidaknya ada 2 unit mobil pengangkut sampah milik Pemkot Baubau dioperasilan untuk mengangkut sampah pengguna jasa pelayaran kami," tuturnya. Kata dia, kesebelas kapal plat merah tersebut dipastikan berlabuh paling sedikit 50 kali dalam sebulan. Sehingga pihaknya tidak dapat membayangkan seberapa besar produksi sampah yang berasal dari kapal PT Pelni Persero itu. "Kemarin-kemarin semua sampah yang dihasilkan dari kapal putih dibuang di tempat pembuangan akhir milik Kota Baubau. Setidaknya dengan hadirnya rumah pengelolaan sampah di Kelurahan Kadolokatapi Kota Baubau ini dapat mengurai sampah-sampah yang ada," tuturnya. Kata dia, dari hasil pantauan pihaknya, sampah yang dihasilkan dari sejumlah kapal penumpang tersebut merupakan sampah plastik bekas dan kotak makaman. Selain itu pula, sisa-sisa makanan penumpang juga menjadi bagian yang tak terpisahkan. "Nantinya sampah-sampah penumpang ini akan dimanfaatkan oleh pelaku kegiatan di rumah kelola sampah untuk kemudian diolah menjadi kerajinan yang memiliki nilai ekonomi. Sama halnya sisa-sisa makanan penumpang akan diolah menjadi pupuk kompos yang tentunya memiliki nilai jual," tambahnya. Sementara itu, pelaksana Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Baubau, Ibnu Wahid menjelaskan produksi sampah di Kota Baubau terbilang cukup tinggi. Dimana rata-rata perharinya Pemkot Baubau dapatengangkut sampah hingga mencapai 6 juta ton sampah perbulannya. "Armada pengangkut sampah kita saat ini ada puluhan unit kendaraan roda empat dan sembilan unit kendaraan roda tiga. Namun demikian, masih ada sejumlah sampah masyarakat yang belum sepenuhnya terangkut," jelasnya Dijelaskan, dari 43 kelurahan cakupan wilayah Kota Baubau pihaknya hanya dapat mengangkut di 38 kelurahan saja. Sementara, diwilayah Pulau Makasar, Tampuna dan sejumlah wilayah perbatasan langsung dengan daerah tetangga masih membuang sampah tak menentu. "Jadi masih ada sejumlah kelurahan yang sampahnya masih dibuang di belakang rumahnya bahkan hanya ditebing-tebing sekitar. Tapi kita masih pikirkan apakah kita buatkan tempat pembuangan sementara dan nantinya diangkut ada kami di lapangan atau seperti apa itu kita analisa," tutupnya. (m2/b/aji)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

Pemkab Buton Tengah Kembali Raih Opini WTP

Selasa, 26 Mei 2026 | 22:57 WIB

Terpopuler

X