Firman Hamza.
BATAUGA- Pencanangan kawasan anti konflik (Kawan Klik) di dua kecamatan di Buton Selatan akan memberikan warna tersendiri bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang di Kabupaten Beradat itu. Dengan pembentukan kawasan anti-konflik yang kemudian diikuti oleh seluruh kecamatan cakupan yang ada membuat para investor akan tertarik berinvestasi di Kabupaten Busel.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Buton Selatan, Firman Hamza menuturkan Kawan Klik akan memberikan efek positif bagi kemajuan Kabupaten Busel kedepannya. Hal tersebut sejalan dengan semangat Pemkab Busel yang maju, berkembang dan berdaya saing.
"Kawan Klik ini sebenarnya sangat bermanfaat bagi kita semua. Akan memberikan efek terhadap penyelenggaraan pembangunan dan pemerintahan dengan baik dan lancar, potensi konflik dapat dicegah agar tidak meluas, bahkan sebagai alat deteksi dini pencegahan konflik dapat dilingkungan masyarakat," tuturnya.
Kata dia, bila telah terciptanya rasa aman, nyaman, tenteram dan damai dalam kehidupan sosial masyarakat Kabupaten Busel maka akan memudahkan para investor untuk berinvestasi. Pasalnya, kondisi suatu wilayah menjadi faktor utama penilaian bagi para investor untuk menanamkan modalnya di Busel.
"Kawan Klik juga ini akan memberikan manfaat baik berupa tumbuhnya rasa persatuan dan kesatuan serta kekeluargaan yang erat antar masyarakat kabupaten Busel. Bahkan menurunnya angka gangguan kamtibmas diwilayah Kabupaten Busel ini," tambahnya.
Dia menambahkan, pembentukan Kawan Klik ini merupakan tindak lanjut atas UUD RI Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Selain itu pula, Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 71 tahun 2012 Tentang Pedoman Pendidikan Wawasan Kebangsaan tak luput dari pertimbangan pembentukan kelompok masyarakat itu.
"Berbagai konflik sosial yang terjadi telah mengakibatkan kerugian yang tak terhingga bagi masyarakat. Sehingga perlu solusi penanganan yang tepat agar dapat mencegah terjadinya konflik sosial di Kabupaten Buton Selatan dan kami nilai dengan pencanangan Kawan Klik ini akan menjawab itu semua ," jelasnya.
Untuk diketahui, sejak Buton Selatan ditetapkan menjadi daerah otonom baru yang terlepas dari induknya yakni Kabupaten Buton, setidaknya wilayah beradat itu telah terjadi setidaknya 3 kali konflik antar desa/kecamatan. Baik itu konflik yang melibatkan Desa Lapandewa Makmur Kecamatan Lapandewa dengan Desa Gerak Makmur Kecamatan Sampolawa. Sedangkan di tingkat Kecamatan sering terjadi konflik antar Kecamatan Siompu dan Siompu Barat (Siobar).
Selain itu pula, ditahun 2017 pernah terjadi konflik sosial yang melibatkan Desa Majapahit/Pogalampa. Setahun kemudian di Desa Tira kembali terjadi hal yang sama yang dipicu oleh minuman keras. Serta ditahun 2020 juga terjadi konflik sosial yang dipicu kasus pemerkosaan sehingga menyebabkan terjadinya bentrok antara Desa Bahari dan Desa Tira yang melumpuhkan perekonomian didua wilayah itu. (m2/b/aji)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: Redaksi
Terkini
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:01 WIB
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:59 WIB
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:57 WIB
Kamis, 6 Agustus 2026 | 08:16 WIB
Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:11 WIB
Rabu, 15 Juli 2026 | 20:26 WIB
Selasa, 14 Juli 2026 | 22:11 WIB
Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:29 WIB
Jumat, 3 Juli 2026 | 19:26 WIB
Jumat, 26 Juni 2026 | 10:51 WIB
Senin, 22 Juni 2026 | 08:55 WIB
Selasa, 16 Juni 2026 | 21:57 WIB
Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:57 WIB
Rabu, 27 Mei 2026 | 19:52 WIB
Selasa, 26 Mei 2026 | 22:57 WIB
Jumat, 22 Mei 2026 | 21:03 WIB
Kamis, 21 Mei 2026 | 22:34 WIB
Rabu, 20 Mei 2026 | 22:54 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 | 22:21 WIB
Sabtu, 16 Mei 2026 | 21:10 WIB