Jumat, 28 Agustus 2026

Foto Tak Dipasang di Banner Pencegahan Covid-19, Wabup Wakatobi Murka

Photo Author
Redaksi, Rakyat Sultra
- Jumat, 10 April 2020 | 06:17 WIB
Banner Imbauan Pencegahan Covid-19 Pemda Wakatobi di ruang depan Sekretariat Pemda Wakatobi. Foto: Nuriaman/Rakyat Sultra. 
Banner Imbauan Pencegahan Covid-19 Pemda Wakatobi di ruang depan Sekretariat Pemda Wakatobi. Foto: Nuriaman/Rakyat Sultra. 

-
Banner Imbauan Pencegahan Covid-19 Pemda Wakatobi di ruang depan Sekretariat Pemda Wakatobi. Foto: Nuriaman/Rakyat Sultra.   WAKATOBI - Wakil Bupati Wakatobi, Ilmiati Daud geram melihat banner imbauan pencegahan virus Corona Pemda Wakatobi yang terpasang di ruang depan sekretariat daerah Wakatobi. Dalam banner itu, hanya terpampang foto Bupati, Arhawi. Sementara foto dirinya selaku Wakil Bupati tidak terpasang. Dia kaget melihat hal itu saat hendak menuju ruang kerjanya. "Saya protes itu. Katanya saya tukang marah-marah," ucapnya saat ditemui sejumlah awak media di ruang kerjanya, Rabu (8/3). Dia menyebut, bagian Humas dan Protokoler perlu disekolahkan sebab tidak memiliki etika dan tatakrama. "Sudah terlalu sering saya mendapat perlakukan tidak enak," bebernya. Dia juga menyinggung masa-masa sulit dirinya saat berjuang bersama Bupati Arhawi dalam momentum Pilkada 2015 silam. "Dia tidak berjuang sendiri, Dia tidak jadi Bupati kalau tidak ada wakilnya, jangan seperti itulah, sudah lama saya diam. Ini sudah melampaui etika dan tatakrama birokrasi, dan saya sangat menjunjung tinggi etika dan tatakrama dalam birokrasi," ungkapnya. Ilmiati bahkan merasa dirinya seakan tidak dilibatkan dalam upaya pencegahan Covid-19 di Kabupaten Wakatobi. Saat Wabup menanyakan hal itu kepada Sekda, jawabannya karena ukuran banner terlalu kecil sehingga tidak diletakkan foto Wakil Bupati. "Mungkin dia seorang yang pintar sehingga menjawab seperti itu, namun untuk saya yang bodoh ini itu bukan jawaban yang tepat. Ukuran banner itu boleh besar dan boleh kecil sehingga muatan foto Bupati dan wakil bupati bisa disesuaikan," tutur Ilmiati. Dikonfirmasi terpisah, Sekda Wakatobi Jumadin membantah. Katanya, banner yang dipasang di gedung sekretariat daerah adalah banner imbauan Bupati dan telah sesuai aturan yang ada. "Imbauan bupati itu di seluruh Indonesia itu hanya foto bupati. Kalau imbauan Pemda, dipasang di jalan-jalan itu," Lanjut dia, dalam imbauan kepala daerah (bupati/walikota dan gubernur) hanya memasang foto orang nomor satu pada daerah tersebut sehingga hal ini berlaku umum. Bila imbauan bupati maka hanya foto bupati namun bila imbauan pemda maka terdapat foto bupati dan wakil bupati. "Beliau marah (Wabup), karena tidak ada fotonya. Saya bilang ini benar karena ini imbauan bupati. Kalau ibu juga mau pasang imbauan, monggo. Nanti kita fasilitasi anggarannya bila dibenarkan dalam aturan," paparnya. Soal pernyataan Ilmiati yang merasa tidak dilibatkan dalam pembahasan pencegahan wabah Covid-19, Jumadin menyebut jika Ilmiati jarang masuk kantor sehingga dia sendiri bingung menyerahkan surat undangan melalui siapa. "Bagaimana mau dapat tidak pernah berada di daerah. Datang hanya mau marah-marahi kita kayak anak kecil. Kalau dia mau marah saya ini bisa marah juga," terangnya. (cr1/aji)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

Pemkab Buton Tengah Kembali Raih Opini WTP

Selasa, 26 Mei 2026 | 22:57 WIB

Terpopuler

X