Jumat, 28 Agustus 2026

Abu Hasan Persentase Pertanian Organik di Kemendes PDT

Photo Author
Administrator, Rakyat Sultra
- Jumat, 2 Februari 2018 | 09:47 WIB

BURANGA - Upaya pemerintah Kabupaten Buton Utara (Butur) untuk terus menjadikan daerahnya sebagai daerah pengembang pertanian organik mulai membuahkan hasil. Gara-gara itu, bupati Butur diundang khusus oleh Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes-PDT) untuk hadir dalam acara Focus Group Discussion di Jakarta, Rabu (31/1) beberapa waktu lalu.

Kegiatan itu soal implementasi produk unggulan kawasan pedesaan dengan pola kemitraan. Menghadirkan 20 Bupati dan Gubernur se Indonesia serta beberapa unsur terkait seperti Pemerintah Daerah/Bupati, BUMN/mitra usaha, Kementerian/lembaga dan perusahaan multi nasional.

Mereka hadir untuk memberikan materi dan masukan terkait dengan produk unggulan daerah masing-masing, dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakatnya terutama di wilayah pedesaan. Untuk Butur, dihadiri langsung oleh Bupatinya Abu Hasan.

Butur sendiri di kegiatan itu menjadi salah satu dari dua daerah di Indonesia timur yang tengah digadang sebagai daerah percontohan dalam program pengembangan kawasan pertanian organik.

Dalam kegiatan itu Bupati Buton Utara, Abu Hasan mengatakan telah memaparkan tentang pengembangan pertanian organik. Salah satunya misalnya adalah pengembangan beras organik sebagai produk unggulan dalam mensejahterakan petani yang ada di desa yang sudah dikembangkan di wilayah desa se Kabupaten Buton Utara.

Bukan hanya itu, dia juga mengangkat potensi kelapa, kacang mete dan cengkeh yang sangat berpotensi untuk dikembangkan, apalagi kabupaten Buton Utara menjadi ladang subur dalam pengembangan pertanian saat ini dan masa yang akan datang.

"Dalam kegiatan itu, pihak kementerian dan BUMN sendiri tertarik dengan produk organik itu. Menjadi harapan kami di daerah yang saya pimpin itu, Buton Utara akan menjadi lumbung pangan di Provinsi Sulawesi Tenggara dan Indonesia umumnya dimasa sekarang dan yang datang," ungkap Abu Hasan

Dia menjelaskan dalam forum itu, para bupati selain mempersentasekan produk unggulan, juga mengidentifikasi kebutuhan yang akan difasilitasi oleh kementerian.

Sebagai bentuk perhatian dari Kemendes PDT, akan dibantu pembangunan jalan poros desa sebesar Rp 1 miliar dan alat pengolahan padi Rp 1 miliar.

"Selain itu, Butur juga akan mendapat alokasi pengembangan Bumdes sebesar Rp 500 juta yang diperuntukan untuk pelatihan dan modal kerja. Sarana pengolahan tanah juga akan difasilitasi," imbuhnya. (m3/b/hum)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Pemkab Buton Tengah Kembali Raih Opini WTP

Selasa, 26 Mei 2026 | 22:57 WIB

Terpopuler

X