WAKATOBI - Tidak kunjung disalurkannya material bantuan bedah rumah melalui program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) tahun 2017, membuat sejumlah warga Desa Wungka, Kecamatan Wangiwangi Selatan mulai geram.
Sebanyak 40 KK warga desa Wungka mendapat bantuan tersebut. Warga dijanjikan pihak penyalur dan pengelola segera terpenuhi permintaan material bangunan sesuai permintaan. Namun hingga kini, program bedah rumah yang bersumber dari APBN tersebut terkesan jalan ditempat.
Sejumlah warga mengaku terpaksa menempati rumah tanpa atap, dan bertahan dibawah sengatan sinar matahari maupun dinginnya guyuran hujan sudah menjadi hal biasa bagi mereka. Parahnya lagi, saat hujan mereka tidak mampu berbuat banyak selain memilih bertahan mengamankan perabotan rumah agar tidak rusak terkena hujan.
Warga mengaku bingung kemana akan mengadukan persoalan ini. Rencananya, masalah tersebut akan dilaporkan ke pihak kepolisian untuk mendesak penyedia material segera menyalurkannya ke warga yang menjadi penerima.
"Besok kami akan melapor ke pihak kepolisian," ancam warga Langgaha Baru, La Manggasa dengan nada kesal, Rabu (17/1).
Rasa tidak puas juga disampaikan salah seorang Lansia warga Desa Liya Togo, Wa Ode Mbey. Menurutnya, dirinya sudah melakukan pembongkaran rumah awal dengan harapan pembongkaran ini dapat secepatnya mendirikan rumah baru, namun kenyataan sampai hari ini pembangunan rumah berhenti karena bantuan tidak di salurkan lagi.
"Program BSPS membuat warga penerima tidak puas dengan penyaluran. Pasalnya, dalam penyaluran bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) yang seharusnya sudah selesai bulan Desember 2017, namun sampai hari ini pun belum juga selesai. Bahkan tahap satu pun belum tuntas tersalurkan semua bahannya. Sehingga warga penerima BSPS mengharapkan ada pengawasan dari pihak terkait dalam penyaluran bantuan ini agar tidak terjadi kejanggalan dalam penyaluran," keluhnya.(p14/b/hum)